“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Hadist diatas menyebutkan bahwa jika hal-hal itu dilakukan oleh seorang istri maka ia akan mendapat ganjaran syurga Allah Ta’ala. Namun bagaimana jika hal-hal diatas justru tidak dilaksanakan namun dilakukan sebaliknya oleh seorang Istri. Berikut contoh perbuatan yang bernilai dosa terhadap suami.
1. Berlebihan dan Menuntut Kesempurnaan Pada Suami
Tak jarang seorang istri menuntut sesuatu dari suaminya melebihi kapasitas. Mungkin meminta dibuatkan rumah padahal penghasilan suaminya baru bisa untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar rumah tangganya. Atau disuruh bekerja sebagai Manajer sebuah perusahaan Elite karena hal itu terdengar sangat membanggakan bagi kalangan Ibu-Ibu meski kemampuan suami masih dalam taraf karyawan. Pokoknya menuntut hal-hal sempurna menurut ukuran duniawi.
2. Kurang Memperhatikan Orang Tua Suami
Hal ini adalah keegoisan yang sangat dimurkai oleh Islam. Karena orang tua suami adalah seperti orang tua kita sendiri. Maka segala hajat orangtua haruslah diperhatikan oleh kita sebagai anak menantunya, dalam keadaan yang masih bisa terjangkau oleh kita. Dan jangan hanya memikirkan kepentingan untuk orang tua kita sendiri saja.
3. Kurang Mempercantik Diri di Hadapan Suami.
Kalau ingin pergi ke acara pesta segala pakaian indah dan make up yang aduhai sering kita prioritaskan, namun bila di dalam rumah, keadaan yang paripurna tersebut amat jarang dilakukan. Mungkin kita berpikir bahwa di rumah harusnya memakai pakaian sederhana saja, karena tidak ada orang yang melihat dan menilai. Pemikiran yang seperti itu sebenarnya keliru. Ternyata suami kitalah yang paling patut mendapat pemandangan terindah, bukan untuk orang lain. Karena syurga kita ada pada keikhlasan suami. Ketika Sang Suami mendapat pemandangan yang indah, disitulah keridhoannya terhadap kita hadir.
4. Banyak Berkeluh Kesah dan Kurang Bersyukur.
Sepertinya kebiasaan melihat harta benda orang lain yang melebihi kita, harus dihindari sejauh mungkin. Karena hal ini dapat menyebabkan kita kurang bersyukur atas apa yang dipunya. Dan bila suami belum memenuhi keinginan maka pada akhirnya tak dapat bersyukur atas apa yang dipunya dan hati kita akan terjangkit virus kufur nikmat dengan terus berkeluh kesah atas benda yang tidak bisa dimiliki. Bila hal ini terjadi, siapa-siap murka Allah akan datang, nau’udzubillah…
5. Menyebarkan Masalah Rumah Tangga Kepada Orang Lain.
Bukan tidak mungkin hal ini dapat dilakukan oleh seorang Istri yang kurang bersyukur terhadap keadaan suaminya. Menyebarkan aib suaminya akan ia lakukan tanpa merasa berdosa. Mungkin Sang Istri berpikir ia hanya harus meluapkan rasa kesalnya, namun hal itu dapat membawa malapetaka bagi kehidupan rumah tangganya.
6. Kurang Membantu Suami Dalam Kebajikan dan Ketakwaan.
Keimanan seseorang akan turun dan naik tergantung kondisi si pemiliknya. Hal itu juga amat sangat bisa suami kita rasakan. Sebagai seorang Istri peran kita adalah tetap mengingatkan kebajikan yang harus ia jalani, bukan justru membawanya ke jalan sesat yang membawanya ke jurang kenistaan. Seperti mengambil hak orang lain dalam bentuk korupsi ataupun menipu dalam perdagangan. Sebagai seorang Istri yang diridhoi Allah, sepatutnya kita mencegah hal-hal tersebut agar jangan sampai suami kita melakukan hal demikian.
Hadist diatas menyebutkan bahwa jika hal-hal itu dilakukan oleh seorang istri maka ia akan mendapat ganjaran syurga Allah Ta’ala. Namun bagaimana jika hal-hal diatas justru tidak dilaksanakan namun dilakukan sebaliknya oleh seorang Istri. Berikut contoh perbuatan yang bernilai dosa terhadap suami.
1. Berlebihan dan Menuntut Kesempurnaan Pada Suami
Tak jarang seorang istri menuntut sesuatu dari suaminya melebihi kapasitas. Mungkin meminta dibuatkan rumah padahal penghasilan suaminya baru bisa untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar rumah tangganya. Atau disuruh bekerja sebagai Manajer sebuah perusahaan Elite karena hal itu terdengar sangat membanggakan bagi kalangan Ibu-Ibu meski kemampuan suami masih dalam taraf karyawan. Pokoknya menuntut hal-hal sempurna menurut ukuran duniawi.
2. Kurang Memperhatikan Orang Tua Suami
Hal ini adalah keegoisan yang sangat dimurkai oleh Islam. Karena orang tua suami adalah seperti orang tua kita sendiri. Maka segala hajat orangtua haruslah diperhatikan oleh kita sebagai anak menantunya, dalam keadaan yang masih bisa terjangkau oleh kita. Dan jangan hanya memikirkan kepentingan untuk orang tua kita sendiri saja.
3. Kurang Mempercantik Diri di Hadapan Suami.
Kalau ingin pergi ke acara pesta segala pakaian indah dan make up yang aduhai sering kita prioritaskan, namun bila di dalam rumah, keadaan yang paripurna tersebut amat jarang dilakukan. Mungkin kita berpikir bahwa di rumah harusnya memakai pakaian sederhana saja, karena tidak ada orang yang melihat dan menilai. Pemikiran yang seperti itu sebenarnya keliru. Ternyata suami kitalah yang paling patut mendapat pemandangan terindah, bukan untuk orang lain. Karena syurga kita ada pada keikhlasan suami. Ketika Sang Suami mendapat pemandangan yang indah, disitulah keridhoannya terhadap kita hadir.
4. Banyak Berkeluh Kesah dan Kurang Bersyukur.
Sepertinya kebiasaan melihat harta benda orang lain yang melebihi kita, harus dihindari sejauh mungkin. Karena hal ini dapat menyebabkan kita kurang bersyukur atas apa yang dipunya. Dan bila suami belum memenuhi keinginan maka pada akhirnya tak dapat bersyukur atas apa yang dipunya dan hati kita akan terjangkit virus kufur nikmat dengan terus berkeluh kesah atas benda yang tidak bisa dimiliki. Bila hal ini terjadi, siapa-siap murka Allah akan datang, nau’udzubillah…
5. Menyebarkan Masalah Rumah Tangga Kepada Orang Lain.
Bukan tidak mungkin hal ini dapat dilakukan oleh seorang Istri yang kurang bersyukur terhadap keadaan suaminya. Menyebarkan aib suaminya akan ia lakukan tanpa merasa berdosa. Mungkin Sang Istri berpikir ia hanya harus meluapkan rasa kesalnya, namun hal itu dapat membawa malapetaka bagi kehidupan rumah tangganya.
6. Kurang Membantu Suami Dalam Kebajikan dan Ketakwaan.
Keimanan seseorang akan turun dan naik tergantung kondisi si pemiliknya. Hal itu juga amat sangat bisa suami kita rasakan. Sebagai seorang Istri peran kita adalah tetap mengingatkan kebajikan yang harus ia jalani, bukan justru membawanya ke jalan sesat yang membawanya ke jurang kenistaan. Seperti mengambil hak orang lain dalam bentuk korupsi ataupun menipu dalam perdagangan. Sebagai seorang Istri yang diridhoi Allah, sepatutnya kita mencegah hal-hal tersebut agar jangan sampai suami kita melakukan hal demikian.

0 comments:
Post a Comment