Thursday, June 8, 2017

Dosa Suami Kepada Istri


 Dosa Suami Kepada Istri



Dalam Islam sudah jelas diatur bagaimana menjalankan kehidupan keluarga yang harmonis. Suami yang baik adalah yang mampu memaafkan jika istrinya tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya, akan tetapi bersikap tegas jika istrinya tidak melakukan sholat atau puasa dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Berikut ini adalah dosa yang bisa suami lakukan kepada istri.


1. Tidak Membantu Pekerjaan Istri.
Meski tugas suami adalah mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya, bukan berarti membiarkan istrinya mencuci pakaian yang ‘segunung itu banyaknya’ sendirian ketika sang suami sedang tidak ada pekerjaan diluar rumahnya. Atau anaknya yang masih balita dibiarkan bermain sendirian diluar, sedang dia asyik bermain Handphone, padahal sang istri sedang sibuk di dapurnya. Perlakuan semacam ini tidak dibenarkan dalam Islam. Sebagai pasangan, mereka harus bekerja sama saling bahu membahu melakukan tugas dan kewajiban dirumah tangganya.

Aisyah r.a ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w di rumahnya, beliau menjawab:

“Beliau membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat.” (H.R. Bukhari)

2. Membenci Istri
Entah karena masalah apa, ataupun berlatar belakang bagaiman, seorang suami memandang istrinya penuh dengan kebencian. Segala apa yang dilakukan, tindak tanduknya, apa yang dipakainya semua begitu terlihat tidak menyenangkan di matanya. Hal ini sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Karena Ia sudah menyatukan mereka dalam ikatan yang suci, sudah sepatutnyalah saling mengasihi dan menerima segala kondisi yang ada pada kedua belah pihak. Jika salah satu pasangan memiliki kesalahan maka perbaikilah dan jangan membiarkannya.

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (H.R. Muslim)

3. Memukul Istri dan Menjelekkan Nama Baiknya.
“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…..” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani)


Jika Istri melakukan kesalahan maka cukup dengan menegurnya ataupun mengoreksinya dengan kedewasaan. Bukan main tangan apalagi sampai istri babak belur, memangnya sedang tarung tinju. Bila melakukan kesalahan boleh dipukul tapi jangan dibagian wajah, namun hal itu juga perlu diperhatikan agar sampai tidak menyakiti perasaan sang istri. Dan jangan sampai istri kita sendiri dijelek-jelekkan dihadapan orang banyak, karena istri adalah gambaran tentang diri kita sendiri pula.


4. Tidak Cemburu Terhadap Istrinya.
Suami tidak merasa cemburu terhadap istrinya ketika ia bersolek di depan umum, apalagi sampai melakukan adengan cium pipi kiri dan kanan terhadap kawan laki-lakinya, na’udzubillahimin dzaalik. Hal ini sangat diancam oleh Rasulullah s.a.w, sebagaimana hadistnya:

“Tiga golongan yang Allah s.w.t tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayuuts (Lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya)


Itulah gambaran singkat mengenai perbuatan suami yang memperlakukan istrinya yang berakibat dosa kepada Allah s.w.t, semoga kita semua bisa menghindari perbuatan demikian.



Share:

0 comments:

Post a Comment